Ada dua alasan untuk kembali mengedepankan masalah Tri Sandya. Pertama, masih banyak umat Hindu yang belum memahami arti dan manfaat ber-Tri Sandya. Kedua, ketetapan Maha Sabha VI tahun 1991 menugaskan kepada pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat untuk menyebarluaskan teks Tri Sandya yang telah disempurnakan itu. Tri Sandya berasal dari kata Tri dan Sandya, Tri berarti tiga. Sandya berasal dari urat kata sam dan dhi. Sam berarti berkumpul, baik, sempurna, dan dhi berarti pikiran. Jadi Sandya berarti memusatkan pikiran kepada Tuhan. Sandya dapat pula diartikan berkonsentrasi secara sungguh-sungguh dan sempurna kepada Tuhan.
Untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan tugas kita adalah mengendalikan kewajiban. Dan, agar proses pengendalian ini berhasil, kita harus mengatasi hambatan yang ditimbulkan oleh Tri Guna (sattwa, rajas, tamas). Kita harus sekuat mungkin bertahan dari tarikan dan desakan alami Tri Guna dengan jalan berserah kepada-Nya. Inilah kewajiban kita yang pertama dalam perjuangan mendekatkan diri dengan Tuhan.
Harus diyakini bahwa Tuhan adalah Mahasempuma. Maka unntuk mencapaiNya kita harus mendasari diri dengan kepercayaan yang sempurna pula. Bila tidak, maka kekuatan yang mengikat kita dengan Tuhan tidak dapat berkembang. Kita harus memiliki bhakti (cinta kasih) kepada Tuhan secara sungguh-sungguh agar kita dianugrahi asih-Nya. Keragu-raguan, hanyalah akan merusak azas hubungan asih dan bhakti serta menjauhkan kita dari Tuhan.
Mendekat atau duduk dekat dengan Tuhan disebut upasana atau upasthana. Tetapi jangan keliru, sebab duduk dekat atau berdekatan saja tidak cukup. Katak duduk dekat dengan bunga teratai tetapi tak bisa menikmati manisnya madu bunga teratai. Hanya merasa dekat saja tak ada gunanya, apabila tidak ada bhakti menyertainya. Sama halnya saat bersembahyang, boleh saja kita duduk dekat sekali dengan Padmasana. Akan tetapi apabila tak ada rasa bhakti yang mendalam, kedekatan phisik itu tidak berarti apa-apa bagi kemajuan hidup rohani kita. Jadi bersamaan dengan dekatnya phisik harus disertai dengan dekatnya bathin kita kepada Tuhan,
Untuk lebih mengerti makna dekat dan bhakti pada Tuhan menarik untuk disimak contoh pembanding dalam kehidupan sehari-hari berikut. Kalau kita bergerak ke arah matahari, maka bayangan akan berada di belakang dan mengikuti kita. Tetapi kalau kita bergerak sebaliknya maka bayangan akan jatuh di depan kita. Begitulah halnya apabila kita menghadap Tuhan, segala kegelapan alam akan ada di belakang mengikuti kita. Tetapi kalau kita membelakangi Tuhan maka kegelapan, kebodohan, yang menuntun jalan hidup kita.
Hal penting yang dapat kita simpulkan dari dari contoh-contoh di atas adalah bahwa dalam setiap keadaan suatu sifat bisa bergeser dan digantikan oleh sifat yang lain. Begitulah kalau kita dekat dan bhakti kepada Tuhan, sifat buruk yang ada pada diri kita akan hapus dan berganti dengan sifat-sifat ketuhanan.
Dalam Bhagavadgita (BG), II.45 Krishna mengajarkan kepada Arjuna agar membebaskan diri dari Tri Guna, juga dari dualisme dengan memusatkan pikiran kepada kesucian dan melepaskan diri dari ikatan duniawi sehingga bisa bersatu dengan Atman.
Disitu dengan tegas tersirat bahwa kita harus membebaskan diri dari pengarnh sattwa, rajas, tamas dan pengaruh sifat ganda yaitu susah dan senang, puji dan maki dengan cara memusatkan pikiran kepada kesucian (Tuhan).
Saat-saat Untuk Mendekat dan Berbhakti
Sudah merupakan hukum alam bahwa, pagi hari adalah periode sifat sattwik, tengah hari adalah sifat rajasik, dan sore hari atau senja merupakan periode tamasik.
Waktu fajar menyingsing (abang wetan) pikiran dibangunkan dari kegelapan tidur, pikiran dibebaskan dari keresahan dan kemurungan sehingga pikiran menjadi tenang dan jernih. ltulah sebabnya kita diperintahkan agar melakukan Pratah Sandya atau doa Sandya yang dilakukan pada dini hari. Sementara hari bertambah siang kita dirasuki oleh raja guna yakni sifat aktif, ambisi, lincah penuh usaha, dan kita memasuki lapangan kegiatan atau kerja keras. Sebelum makan siang kita diberi petunjuk agar bersembahyang lagi kepada Tuhan dan mempersembahkan pekerjaan beserta hasilnya yang kita peroleh dari pekerjaan itu. Setelah itu baru boleh makan dengan bersyukur atas karunia-Nya. Inilah yang dimaksudkan dengan madhyannikam atau pemujaan pada tengah hari. Dengan melakukan madyannikam ini raja guna dapat dikendalikan.
Sifat ketiga yang menguasai manusia adalah tamas. Ketika matahari terbenam kita bergegas pulang makan, kemudian mengantuk dan tidur. Makan dan tidur adalah kebiasaan para pemalas dan penganggur. Ketika tamas yaitu, sifat terburuk di antara ketiga sifat itu hendak menguasai kita, maka cara terbaik untuk menghindari lilitannya adalah dengan cara bersembahyang, berkumpul dengan sesama bhakta dengan mengagungkan Tuhan, dan membaca buku yang mengagungkan kebesaran-Nya. Ini merupakan sembahyang pada petang hari yang disebut Sandya Vandanam yang juga sudah ditentukan.
Karena itu pikiran dan perasaan yang bangkit dari kekosongan pada waktu tidur harus dilatih dan dibina dengan semestinya. Kita harus berusaha belajar merasakan bahwa kebahagiaan setelah bersembahyang dan rasa suka cita yang diperoleh ketika kita mengalahkan pandangan dan pikiran dari dunia luar. Hal ini jauh lebih agung dan lebih lestari jika dibandingkan dengan kenikmatan yang diperoleh dengan jalan tidur seperti yang biasa dilakukan.
Para Rsi mengatakan bahwa orang yang sepanjang hidupnya menjalankan Sandya tiga kali sehari dengan tekun ia akan menjadi manusia utama. la selalu berjaya. Ia akan mencapai kebebasan semasih hidup. Ia akan mencapai Jivan Mukti.
"Dia yang mengabdi kepada-Ku sujud dengan kebaktian yoga, ia naik ke atas melampaui guna, ia wajar bersatu dengan Brah·man". Begitu sabda Krishna kepada Arjuna dalam BG. XlV. 26.
Pengaruh Tri Guna Terhadap Jiwa
Tri Guna yang lahir dari prakerti selalu membelenggu atma.
Sifat sattwa yang mulia memberikan cahaya, serta kesehatan membelenggu atma dengan ikatan kebahagiaan dan ilmu pengetahuan (BG. XIV 6).
Sifat rajas yang bernafsu, menjadi sumber kehausan dan keinginan akan hidup membelenggu atma dengan ikatan kerja (BG.XIV 7).
Sifat tamas yang terlahir dari ketidaktahuan membelenggu penghuni badan (atma) dengan ketololan, kemalasan dan kepalsuan (BG. XIV 8).
Sifat sattwa mengikat seseorang dengan kebahagiaan, rajas dengan kegiatan (kerja bernafsu) dan tamas mengikuti budi pekerti yang mengikatnya dengan kebingungan (BG. XIV 9).
Ketiga sifat ini ada pada tiap manusia hanya saja tingkatannya berbeda satu dengan yang lain. Setiap orang tidak dapat melepaskan diri dari Tri Guna tersebut, biasanya salah satu dari sifat itu menonjol melebihi yang lain. Bagaimana kalau sattwa berkuasa? Bagaimana kalau manusia dikuasai oleh rajas? Dan bagaimana pula kalau sifat tamas menguasai manusia?
Jawabannya, apabila sattwa berkuasa cahaya ilmu pengetahuan menembusi semua pintu gerbang badan (BG. XlV. 11).
Apabila rajas berkuasa maka orang menjadi serakah, giat dalam usaha, gelisah, hawa nafsu merajalela (BG.XIV. 12).
Apabila tamas menguasai manusia maka kegelapan, kelesuan, ketololan, dan kekacauan pikiran timbul (BG. XIV 13).
Dari ketiganya, sifat sattwa-lah yang terbaik. Tetapi lebih tinggi dari sifat baik itu adalah jika kita dapat melampaui Tri Guna menjadi Guna Tita (orang sadhu).
Nah, melakukan Tri Sandya tidak lain maksudnya adalah untuk memperkecil pengaruh Tri Guna itu kepada jiwa kita. Yang perlu diperhatikan adalah agar Sandya itu jangan dianggap sebagai upacara rutin.
Sandya harus dilakukan dengan memahami artinya dan memusatkan pikiran pada maknanya yang terpendam. Apalagi dalam mantram Tri Sandya itu terkandung ibu dari segala mantra, yaitu Gayatri.
Menurut Abinach Chandra Bose dalam bukunya Panggilan Weda, “Suatu sebab mengapa Gayatri dipandang doa yang mewakili semuanya di dalam Weda ialah karena Gayatri adalah doa untuk daya kekuatan yang dapat dimiliki orang ialah “dhi” yaitu kecerdasan yang tinggi yang memberikan padanya pengetahuan, materi dan kemampuan mengatasi hal-hal keduniawian. Sebagai halnya mata bagi badan, demikian “dhi” atau kecerdasan untuk pikiran”.
Manu menekankan hal ini secara khusus. la mengata-kan Gayatri merupakan nafas kehidupan para Brahmin. Ini adalah kebenaran.
Apakah yang lebih berguna untuk kemajuan spiritual kita selain bersembahyang atau bermeditasi kepada Tuhan yang menerangi dan memelihara akal budi manusia? Adalah yang lebih bermanfaat dari doa yang memohon agar pikiran kita diselamatkan dari kecendrungan dosa?
Bagi manusia tidak ada perisai yang lebih ampuh daripada mengembangkan sifat-sifat yang baik. Gayatri menganugrahkan kekuatan batin untuk membantu mengembangkan tenaga tersebut, maka doa ini harus dilakukan dengan cermat pada saat yang tepat. Untuk pertumbuhan tubuh, makanan yang murni dan sattwik sangat diperlukan. Demikian pula kecemerlangan matahari harus didapatkan dan diserap untuk memperkuat cahaya batin manusia dalam bentuk imajinasi yang kreatif. Bila kekuatanj jiwa bertambah. daya pengertian dan pertimbanganpun menjadi lebih aktif terarah pada jalur-jalur yang bermanfaat. Bila kekuatan berkurang maka daya pengertian dan pertimbangan melemah dan membuat kita kecewa. Jadi apabila tenaga matahari diserap pada waktu yang tepat, ia akan seperti benih yang ditanam pada musim yang tepat dan hasil panennya pun terjamin. Teknik proses ini telah ditetapkan oleh para Rsi zaman dahulu demi kebaikan semua peminat spiritual. Kalau kita mau mempelajari dan mempraktekkan pesan para Rsi tentu kita akzr kebenaran jalan yang ditempuh para Rsi melalui pengalaman kita sendiri. Karena itu marilah kita mengaktifkan untuk ber-Tri Sandya agar kita dapat menyeberangi kehidupan dengan selamat.***
ADITYA Nomor 9, November - Desember 1994.
Arti dan Makna Om Swastyastu
Written by krisna bagaskara on at 04.09
0
komentar
Categories:
SPRITUAL
Share this post - Email This
i
Dimana Letak Ratu Bagus Asrham
Written by krisna bagaskara on Rabu, 16 Januari 2013 at 05.25
Ratu Bagus Ashram
Ashram Ratu Bagus di Bali yang awalnya kecil dan sederhana sudah berkembang menjadi tempat berziarah spiritual menarik untuk banyak orang dari manca negara, yang punya latar belakang dan kepercayaan yang berbeda.
Ashram berlokasi dekat pantai timur pulau Bali di pedesaan Muncan, Selat, Karangasem. Tempat itu dapat ditempuh 1.5 jam, arah tenggara dari Denpasar. Ashram adalah suatu tempat yang berada di tengah-tengah panorama indah dan klasik dari teras padi sawah dan pohon kelapa, menyatu dalam harmoni dengan lingkungan yang alami. Ashram merupakan tempat yang sangat sempurna untuk tinggal komunitas spiritual termasuk Ratu dan keluarga Beliau, beserta kelompok orang-orang Bali yang membantu segala hal yang berkaitan dengan jalannya Ashram. Sejak 1993 murid-murid Beliau dari Barat tertarik untuk datang ke Ashram untuk pelatihan shaking yang mewujudkan transformasi lahir bhatin. Mereka tinggal selama mingguan atau bulanan, dan bahkan ada berberapa orang yang sudah mulai menetap tinggal di Ashram.
Ashram Ratu Bagus dan latihan shaking terbuka untuk setiap orang, tidak membedakan usia, masalah, kemampuan, status dstnya. Ibu Ratu Bagus sendiri, yang sudah berusia 96 tahun lebih, masih latihan setiap hari. Energi ada untuk setiap orang yang hadir dan mau latihan sungguh-sungguh untuk bisa berubah dan secara otomatis menyembuhkan diri sendiri.Tertawa, dukungan dan cinta kasih memberi jalan untuk bisa menikmati pengalaman transformasi. Awalnya harus tinggal minimum 5 hari untuk membangun hubungan dengan api suci dalam diri-sendiri, baru bisa menghasilkan proses penyembuhan.
Ashram sudah berkembang secara alami terus-menurus baik fisik maupun spiritual sejak tahun 1987, menjadi tempat dihormati dan disegani dari seluruh penjuru dunia. Di era globalisasi ini dengan banyak perubahan yang terjadi sangat cepat, perkembangan Ashram sangat penting dibutuhkan.Ratu Bagus bekerja keras tanpa lelah untuk menjadikan Ashram tempat penyembuhan dengan mutu tinggi untuk bisa membantu orang-orang sebanyak mungkin.
Kesaksian:
“Ada sebuah tempat di Bali yang benar-benar merubah hidup untuk banyak orang. Di Desa Muncan, di lereng Gunung Agung terletak komunitas unik yang bernama Ashram Ratu Bagus. Awalnya Ashram itu sangat kecil awalnya cuma rumah satu dan tempat latihan sederhana, sekarang ini Ashram jauh lebih maju dan sedang berkembang dengan cepat. Guru Ratu Bagus dan pengikutnya yang dulu belum terkenal, yang kini sudah berhasil membangun Ashram menjadi tempat penyembuhan internasional yang banyak dikunjungi oleh orang-orang lokal maupun dari manca negara sehingga Ashram menjadi terkenal. Itu terjadi berkat kerja keras Ratu Bagus selama tiga puluhan tahun dan juga berkat orang-orang Bali yang tinggal di Ashram beserta bantuan dari orang-orang manca negara yang datang secara terus-menurus ke tempat istimewa ini untuk mencari kesembuhan, kebahagiaan dan arti kehidupan.“
Perkumpulan A shram
Perkumpulan di Ashram berdiri pada dasarnya dari keluarga-keluarga orang Bali. Semua memiliki perhatian sama untuk mendukung misi Ratu dengan cara kerja tanpa mengenal rasa lelah, selalu senang. Pada umumnya murid Beliau yang tinggal secara permanent di Ashram sebelumya dalam keadaan sakit.Setelah sembuh mereka memutuskan untuk tinggal dan membantu jalannya Ashram. Mereka membantu kerja memasak, membersikan, mempertahankan dan semua dikerjakan dengan rasa cinta, tentu saja contoh baik adalah Ketut dan Sukri.
Kenyataanya Ashram penuh dengan cinta, tertawa dan orang-orang yang sangat baik hati. Namun saat ini perkumpulan mulai bercampur dengan orang-orang barat yang memutuskan untuk juga tinggal di Ashram dan membantu dengan penuh hati apa yang mereka bisa lakukan.
Ada banyak anak-anak di dalam perkumpulan Ashram yang mengalami bagaimana hidup dalam percampuran dalam lingkungan budaya internasional. Anak-anak membentuk perkumpulan sendiri dan belajar menjadi orang kuat dan merdeka sejak usia dini.
The Taman
Jantungnya Ashram adalah Taman yang berarti senter, sebuah bangunan besar dan mewah. Inilah tempat untuk latihan, upacara dan perayaan diselenggarakan. Banyak waktu yang digunakan di balai suci yang indah itu dimana frekuensi sinar suci tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Ratu biasanya di Taman pada waktu latihan untuk membangunkan energi, mengajar, memberi dukunan dan inspirasi.
Gunung Agung
Gunung itu sangat disucikan oleh Ratu karena Beliau memperoleh hubungan energi luar biasa dengan Gunung Agung. Banyak orang yang tinggal di Ashram rasa tertarik untuk mendaki Gunung Agung. Sering orang mengalami proses transformasi yang sangat kuat dalam pendakian.
Dulu Ratu selalu mencari jawaban dari alam sehingga Beliau mengunjungi banyak tempat-tempat suci yang ada di Bali seperti Besakih, Batur, Tanah Lot dan tempat-tempat suci yang lainnya. Selama waktu itu Beliau dalam kondisi berpuasa dengan hanya minum sedikit air kelapa setiap hari. Suatu hari dalam bertapaan dimana Ratu mendapat bisikan untuk menyalakan dua batang dupa yang berarti simbul dari dua kekuatan Deva Brahma (Deva api) dan Vishnu (Deva air). Saat itu Ratu pasrah pada Tuhan dan dapat ilham bahwa kekuatan yang ada di alam semesta juga ada di dalam tubuh manusia. Tubuh manusia diciptakan oleh tuhan dalam bentuk susunan mikro tetap sama dengan alam semesta yang berbentuk susunan makro. Kemudian Beliau menatap Gunung Agung yang menjulang tinggi.
Dalam meditasi tersebut Beliau melihat banyak sinar keemasan dipancarkan dari puncak Gunung Agung dan tiba-tiba pancaran sinar tersebut memasuki Beliau. Bersamaan dengan kejadian dalam meditasi itu Ratu juga mendengarkan bisikan yang berkata bahwa kekuatan Tuhan berada di Gunung Agung. Dengan masuknya sinar suci ke dalam tubuh Beliau ada bisikan dari Tuhan: “Saya memberi anda kekuatan untuk jalankan tugas menolong orang-orang yang menderita di dunia dan Saya memberi nama anda Ratu Bagus Jaya Kesuma Kawi.“
Ratu menjalankan bisikan itu kemudian dibangunlah Ashram. Keagungan Gunung Agung bisa dilihat dan dirasakan dari seluruh penjuru Ashram.www.ratubagus.com
0
komentar
Categories:
SPRITUAL
Share this post - Email This
i
Apa Itu Ratu Bagus Meditasi Bio–Energi?
Written by krisna bagaskara on at 05.21
Ratu Bagus Meditasi Bio–Energi
Untuk beberapa orang latihan getar ini dikenal dengan nama “Shaking“, seolah latihan yang benar-benar merubah hidup. Itu menjadi mungkin dengan transmisi energi dari Guru Empu Ratu Bagus. Transmisi energi ini membangkitkan api suci yang berdiam di dalam diri kita masing-masing dan memanggil sistem energi yang kita sudah miliki, untuk mengingat dan membangun kapasitas alami tubuh kita sudah mempunyai untuk penyembuhan, pada tingkatan fisik, emosional, mental dan spiritual.
Energi ini lengkap dapat dikerjakan pada semua tingkatan, bukan hanya secara fisik, dengan penekanan pada latihan daripada teori atau teknik. Ratu mengajarkan kita bahwa, pemahaman yang luas tentang diri kita terjadi bukan dengan pikiran, tetapi ketika kita memberikan energi untuk menghubungkan dengan bagian yang lebih dalam dari diri kita – melalui pengalaman kita sendiri. Saat itu transformasi diizinkan terjadi secara spontanitas, menghilangkan semua hambatan yang menghalangi kita dari pencapaian potensi kita yang tertinggi.
The Practice
Ketika kita menyetel vibrasi kita dalam hubungan dengan energi, tubuh kita mengingat dan energi saat itu mulai mengerakan kita. Hal ini terasa manakjubkan. Beberapa orang mendeskripsikan hal itu terasa seperti panas di dalam tubuh atau perasaan listrik atau api di dalam. Yang lain mengatakan terasa seperti menghubungkan dengan jiwa mereka, sama dengan Tuhan yang ada di dalam, atau diri mereka sejati.
Ketika kita latihan, kita mengizinkan energi masuk ke dalam tubuh kita dan kita yakin bahwa energi pintar ini memberikan kita segala-sesuatu yang kita butuhkan. Api suci ini akan kita kembalikan ke alam keharmonisan, kesatuan, kedamaian, kebahagiaan dan kesehatan yang benar. Ini adalah anugrah untuk setiap orang, tidak ada perbedaan usia atau kemampuan dalam latihan Bio Energi Meditasi.
| "Om Swastiastu Ratu Bagus" |
Mantra ini dipakai dalam latihan dan meditasi dengan cara fokus perhatian kita pada mantra tersebut kita memanggil pada energi untuk membantu kita. Ratu Bagus menyatakan bahwa mantra ini sangat sederhana tetapi lengkap.
|
Proses
Semakin banyak kita latihan dan berhubungan dengan sinar suci di dalam diri, maka semakin banyak sinar suci itu mengajar diri kita. Pertanyaan kita dari dalam diri tentang kehidupan dan tujuan hidup kita akan menjadi jelas. Dalam perjalanan waktu kehidupan kita menjadi lebih menarik lagi. Kita lebih mampu menjalankan kehidupan, menjadi lebih sehat, lebih cerah dan merasa lebih banyak kebebasan dan cinta pada diri kita dan pada orang-orang disekitar kita.
Obat tertawa
Inti dari ajaran Ratu Bagus adalah berpikir positif dan menjalankan hidup dengan energi, tidak masalah apa yang sedang terjadi di dalam kehidupan kita. Selama latihan orang-orang sering mengalami tertawa yang tidak terkontrol, tertawa yang sesungguhnya, yang keluar dari lubuk hati dan jiwa kita. Ratu menyatakan bahwa ketika kita mengalami tertawa itu, bisa membangkitkan semua cakra-cakra, memberikan jalan energi bekerja sangat baik dalam tubuh. Tertawa membantu hubungan dengan jiwa dan gampang untuk merawat diri. Berkat hubungan yang kuat dengan alam suci, kita bisa menjadi bebas. Kita bisa membebaskan semua ikatan, membangkitkan kesadaran diri dan menemukan sorga di dalam diri dengan cara tertawa yang asli dari dalam diri kita. Ratu selalu mengatakan “Masalah adalah bukan masalah”. Ketika kita tertawa, hidup kita akan menjadi penuh dengan pikiran dan perasaan yang positif.
“Waktu kita latihan kita belajar mencintai diri sendiri, kemudian kita bisa menjalakan hidup dengan senyum. Mencintai diri sendiri berarti kita sudah bisa menyembuhkan diri sendiri” - Ratu Bagus
Energi berputar - Bermain dengan planet-planet
Cakra di dalam diri adalah merupakan planet. Sebagai mikrokosmos dari makrokosmos kita bisa menghubungkan dengan energi alam semesta. Dengan perasaan dan focus pada cakra bumi dan energi kosmos yang paling tinggi, maka hubungan akan terjadi yang akan membawa atau membuat kita berputar. Berputar itu akan membuat pikiran kita menyerah kepada jiwa sehingga jiwa terus berkembang, untuk mencapai kebenaran sejati, kebenaran jiwa dari hati yang murni.
Pengakuan
Selama 10 tahun saya mengalami sakit dan berjalan dengan tongkat dan merasa sangat menderita. Bertemu Ratu merubah hidup saya. Hati saya menyadari Ratu adalah Guru sejati dan saya langsung percaya sama dia dan yakin Ratu bisa membantu saya. Untuk pertama kali saya merasa latihan sulit karena takut nanti bisa menyakiti diri, tetapi saya tahu saya harus lanjut. Saya mengetahui bahwa saya sedang berkelahi dengan ketakutan saya tentang kehidupan dan kebahagiaan. Lewat misteri latihan suci ini, kaki saya dapat disembuhkan. Saya bisa berkerja lagi dan merasakan kebahagiaan baru dan hidup yang penuh energi'
Jane W P - UK
0
komentar
Categories:
SPRITUAL
Share this post - Email This
i
Langganan:
Postingan (RSS)


